Tanamkan Karakter Integritas Sejak Dini, Pemkab Gunungkidul Gelar Final Lomba Cerdas Cermat Anti-Korupsi

Gunungkidul – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Anti-Korupsi tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Gunungkidul yang bertempat di Aula Tut Wuri Handayani, Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Rabu (29/7/2026) Kegiatan ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam merespons ajakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan kampanye anti-korupsi secara serempak pada tahun 2026.

Dalam laporan penyelenggaraannya, Ketua Penyelenggara, Jatmiko Sutopo menyampaikan bahwa korupsi merupakan ancaman serius yang harus ditekan melalui karakterisasi dan internalisasi nilai-nilai integritas kepada siswa.

“Kegiatan ini memiliki empat tujuan utama yaitu menanamkan nilai-nilai integritas, meningkatkan kesadaran akan bahaya korupsi, membangun kesadaran kolektif tentang pencegahan korupsi, dan membuka budaya anti-korupsi di lingkungan sekolah.” ujarnya tegas.

Lomba ini diikuti oleh peserta dari seluruh Kapanewon di Gunungkidul yang kemudian mengerucut menjadi lima finalis pada babak final.

“Terdiri dari 25 orangyang ditetapkan dengan Surat Keputusan Inspektur Nomor 028 Tahun 2026 tentang Panitia dan Juri Lomba Cerdas Cermat Antikorupsi Tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Gunungkidul Tahun 2026.” ujar Sujatmiko.

Sementara itu, untuk peserta tingkat SD, berasal dari 18 Kapanewon se Kabupaten Gunungkidul dimana setiap Kapanewon diwakili oleh 1 regu yang terdiri dari 3 siswa/siswi dari sekolah yang sama, dan untuk tingkat SMP 1 Regu per 1 Kapanewon yang terdiri dari 3 siswa/siswi dari sekolah yang sama.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih dalam sambutannya menegaskan bahwa melawan korupsi tidak bisa hanya mengandalkan jalur hukum atau penangkapan saja. Bupati menekankan bahwa pendidikan adalah senjata paling agung untuk memutus rantai korupsi dengan menanamkan karakter jujur, disiplin, dan berakhlak mulia sejak usia sekolah.

“Lomba ini bukan sekadar ajang hafalan, melainkan sarana untuk menginternalisasi nilai-nilai disiplin dan tanggung jawab ke dalam diri anak-anak,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan para peserta dan hadirin mengenai pentingnya integritas sejati, yaitu keselarasan antara perkataan dan perbuatan, sebagaimana yang tertuang dalam Dedication of Life karya Bung Karno. Bupati juga berbagi pengalaman mengenai pentingnya mitigasi hal-hal kecil, seperti berkonsultasi dengan Inspektorat terkait gratifikasi, untuk mencegah terjadinya pelanggaran hukum yang lebih besar.

Di akhir arahannya, Bupati berpesan agar para peserta mengikuti kompetisi dengan semangat tinggi namun tetap menjunjung tinggi kejujuran. Menurutnya, dalam sebuah kompetisi, menjaga kejujuran adalah piala yang sesungguhnya dibandingkan sekadar kemenangan semata. Bupati berharap melalui kegiatan ini, masa depan Indonesia akan dipimpin oleh generasi yang memiliki integritas kuat dan bersih dari praktik korupsi.

Leave Your Comment

Time limit exceeded. Please complete the captcha once again.